Jumat, 05 Desember 2008

Aliansi Rusia - Iran Dalam Alkitab

Nubuatan adalah salah satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam Alkitab. Memang tidak semua orang yang mengakui Alkitab sebagai kitab suci mempercayai bahwa setiap ayat yang berupa nubuatan akan terpenuhi secara tepat. Bahkan ada beberapa orang yang menganggap bahwa nubuatan dalam Alkitab hanya kiasan saja. Terutama mengenai akhir zaman dan Bangsa Israel. Pandangan ini biasanya merupakan pandangan dari orang - orang Kristen yang merasa bahwa kedudukan Bangsa Israel sudah digantikan oleh mereka.
Memang benar bahwa kadang kala nubuatan sukar dipahami atau lebih tepat lagi terlihat mustahil terjadi. Namun bila kita mau memperhatikan apa yang terjadi akhir - akhir ini di dunia , kita akan melihat bahwa apa yang tertulis dalam Alkitab akan menjadi kenyataan, bahkan hampir secara harfiah.
Salah satu nubuatan dalam Alkitab adalah nubuatan dari Nabi Yehezkiel. Bila kita membaca kitab Yehezkiel pada pasal 38 - 39, kita akan membaca mengenai "perang Gog - Magog". Dalam perang ini disebutkan sekelompok besar bangsa - bangsa akan menyerang Israel. Namun, Israel akan ditolong TUHAN sendiri.
Siapakah Gog Magog? Banyak ahli yang mengatakan bahwa keturunan Magog (salah satu cucu Nuh dari Yafet) adalah bangsa Rusia. Gog adalah Raja (pemimpin) dari negeri Magog, Mesekh dan Tubal. Meshekh adalah Muscovy (kawasan Russia selatan), sedangkan Tubal menjadi Tobolsky (Rusia utara). Ketika saya pertama kali mendengar nubutan ini (sekitar tahun 1980 akhir / awal 1990 an), saya merasa aneh, karena saat itu Rusia (Uni Soviet) sedang ambruk. Sang beruang merah (Rusia) sedang luka parah. Akan tetapi bila kita melihat akhir - akhir ini, kita tahu bahwa Rusia sedang bangkit. Sementara di sisi lain, USA sebagai "pelindung" Israel selama ini, justru sedang ambruk ekonominya. Bukan tidak mungkin posisi sebagai polisi dunia USA akan diambil alih oleh Rusia. Sehingga otomatis Bangsa Israel akan kehilangan "pelindung duniawinya".
Dalam Yehezkiel juga disebutkan bahwa Rusia akan memiliki aliansi sejumlah besar bangsa yaitu : Persia, Ethiopia, Put dan Gomer & Bet Togarma. Persia, kita semua tahu bahwa negeri Persia adalah wilayah yang sekarang disebut sebagai Iran. Sedangkan Ethiopia adalah bangsa - bangsa dari Sudan hingga Somalia. Put adalah negara - negara Maghribi, seperti Libya, Aljazair, dll. Sedangkan Gomer dan Bet Togarma adalah negara - negara di Pegunungan Kaukasus, seperti Georgia dan Armenia. Hingga saat ini, Bangsa Armenia menyebut dirinya sebagai anggota "House of Togarmah", sedangkan Bangsa Georgia merupakan keturunan dari cucu Yafet yang bernama Kartlos.
Nah, beberapa tahun yang lalu kita pasti tidak menyangka hal ini akan terjadi. Namun bila kita melihat perkembangan, khususnya Iran dalam 2 tahun terakhir, kita akan melihat bahwa hal ini tidak mustahil. Kita semua tahu bahwa saat ini Iran punya Presiden yang sangat membenci Israel, yaitu Mahmoud Ahmadinejad. Kita juga melihat perselisihan Ahmadinejad dengan USA dan Uni Eropa mengenai pengembangan nuklir. Hal ini membuat hubungan antara Iran dan Rusia bertambah erat. Dimana Rusia juga berkeinginan mengembalikan kedudukannya yang sejajar dengan USA. Selama ini Rusia juga selalu berpihak pada negara - negara Arab dalam masalah Palestina.
Hal terakhir yang menguatkan hal ini adalah kejadian di bulan Agustus lalu di Pegunungan Kaukasus. Dimana Rusia menginvasi Georgia. Sebenarnya apakah yang dicari Rusia saat itu? Benarkah Rusia adalah pembela etnis - etnis tertindas, seperti Bangsa Ossetia dan Abkhazia? Saya rasa tidak. Karena bila Rusia konsisten, maka Rusia tidak akan menerapkan standar ganda, dimana di satu sisi Rusia membela Ossetia dan Abkhazia, tapi di sisi lain justru menindas Bangsa Chechnya. Yang dibela oleh Rusia adalah kepentingan strategisnya sendiri, yaitu penguasaan atas wilayah Kaukasus yang dilewati pipa minyak ekspornya. Terkait dengan nubuatan Alkitab, hal ini juga benar, mengingat daerah Kaukasus (tempat tinggal keturunan Gomer dan Bet Togarma) harus tetap berada dibawah pengaruh Rusia. Dari segi geografis, wilayah Kaukasus juga harus tetap dibawah pengaruh Rusia, karena merupakan perlintasan yang wajib dilalui oleh Pasukan Gog Magog untuk mencapai Israel dan menggabungkan pasukannya dengan Pasukan Iran.
Hal yang juga memungkinkan hal ini terjadi adalah masalah pada perekonomian USA dan buruknya citra USA di mata dunia. Presiden terpilih USA, yaitu Barrack Obama kemungkinan akan lebih berkonsentrasi pada masalah dalam negerinya daripada membela Israel. Atau bahkan kemungkinan yang dapat terjadi adalah : Ahmadinejad memprovokasi Israel, sehingga Israel terpaksa melakukan aksi militer pada instalasi nuklir / militer Iran. Hal ini akan memicu kemarahan dunia. Wajar, karena negara yang benci Israel juga banyak. Dengan demikian, USA juga tidak akan dapat berbuat banyak untuk membela Israel. Sementara Iran memperoleh legitimasi untuk menyerang Israel. Dan Rusia yang ingin menampilkan citra "polisi dunia yang adil" akan membantu dalam "menghukum" Israel. Skenario yang mirip kan sudah ada..... Masih ingat kasus Georgia, bukan? dimana Georgia menghukum provinsinya yang membangkang yaitu Ossetia selatan dengan kekuatan militer. Selanjutnya yang terjadi adalah Rusia turun tangan membela bahkan memerdekakan Ossetia selatan dari Georgia.
Bukan hal yang aneh, bila seluruh dunia akan mengutuk Israel dan mendukung aksi hukuman terhadap Israel ini. Bahkan kemungkinan aliansi Rusia - Iran ini akan dipuji - puji, apalagi di negeri kita Indonesia. Tapi, sebagai orang yang sudah mengetahui nubuatan Alkitab, kita akan melihat akhir dari kisah ini. Dan mendapatkan bukti mengenai apa yang tertulis dalam Alkitab.

Tidak ada komentar: