Kamis, 26 November 2009

2012, Akhir Zaman dan Kiamat

Baru – baru ini seluruh dunia heboh dengan adanya “ramalan” dari kalender Suku Maya kuno, bahwa bumi akan berakhir pada tahun 2012. Banyak orang meyakini bahwa peristiwa akhir dunia ini sebagai “kiamat”. Tidaklah mengherankan, mengingat beberapa agama di dunia mengajarkan bahwa suatu waktu akan terjadi peristiwa besar yang mengakhiri riwayat bumi ini. Gambaran mengenai “kiamat” ini ada beberapa perbedaan antara agama yang satu dengan agama yang lain, namun secara garis besar sama. Yaitu suatu bencana besar yang mematikan umat manusia. Peristiwa ini dalam agama Islam disebut Yaum al-Qiyamah ( hari akhir bagi seluruh makhluk ciptaan TUHAN).

Ramalan bencana besar bagi dunia ini digambarkan dalam film 2012 yang berhasil menjadi box office di mana – mana. Di Indonesia sendiri, dibutuhkan waktu berhari – hari untuk mendapatkan tiket nonton film ini. Reaksi penonton beragam, ada yang hanya memandangnya sebagai sebuah film yang bagus, namun ada pula yang terpengaruh dan menjadi ketakutan. Banyak pula penentangan yang timbul, khususnya dari pihak otoritas agama yang khawatir umatnya di sesatkan. Hal yang wajar, mengingat banyak orang yang melihat film ini dan terjebak dengan tanggal yang ditampilkan dalam film.

Yang menjadi pertanyaan, bagaimanakah kita harus menyikapi hal ini? Patutkah kita percaya pada ramalan bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2012? Atau betulkah film tersebut menggambarkan kiamat? Pertama – tama, tentunya tergantung pada apa yang kita yakini. Seperti telah disebutkan di atas, beberapa agama di dunia, khususnya agama dari keturunan Abraham meyakini akan terjadinya kiamat. Namun ketiga agama ini (Yahudi, Nasrani dan Islam) sepakat bahwa tidak seorangpun tahu kapan waktunya akan terjadi. Dalam Alkitab sendiri dinubuatkan bahwa akhir dunia merupakan rangkaian peristiwa yang relatif memakan waktu beberapa tahun. Berikut ini kronologi akhir zaman versi Alkitab.

Mula – mula akan diawali dengan peristiwa – peristiwa buruk dalam dunia, yaitu : peperangan, kelaparan, sampar (penyakit) dan bencana alam (wahyu 6 & Matius 24). Untuk tanda ini tidak dibutuhkan seorang ahli Alkitab untuk mengenalinya. Semua orang pasti dapat merasakan bahwa hal tersebut sudah terjadi beberapa tahun terakhir ini. Tanda yang lain ialah makin buruknya moral umat manusia (Matius 24:38). Untuk tanda – tanda ini, agama Islam pun memiliki gambaran yang hampir sama.

Istilah Akhir zaman selalu berkait dengan kedatangan Antikris / Dajjal. Namun, menurut Al kitab, hal buruk di atas sudah dimulai sejak sebelum Antikris menyatakan dirinya. Setelah Antikris menyatakan dirinya, keadaan akan makin buruk, baik oleh bencana alam, perubahan sistem tata surya, serangan penyakit, keracunan air minum, hingga peperangan. Diperkirakan bahwa sepertiga hingga tiga perempat umat manusia akan mati akibat semua hal tersebut. Menurut nubuatan, fase ini berlangsung selama tujuh tahun. Dan diakhiri dengan dikalahkannya Antikris oleh Kristus.

Apakah fase yang disebutkan di atas merupakan akhir dunia? Ternyata menurut Alkitab bukan..... setelah semua malapetaka di atas, dimulailah Kerajaan 1000 tahun damai, dimana YESUS akan memerintah sebagai raja. (Wahyu 20 : 1- 6) Bumi yang tadinya rusak berat akan menjadi baik kembali selama 1000 tahun itu. Manusia yang masih selamat dari semua malapetaka di atas, yang tidak mengikuti Antikris, akan hidup dan memulai lagi kehidupan di bumi. Setelah genap 1000 tahun, Iblis akan menyesatkan orang lagi. Sehingga terjadilah peperangan yang terakhir, yang diakhiri dengan kekalahan Iblis. Saat itulah bumi benar – benar berakhir.

Setelah itu, akan dilakukan pengadilan bagi seluruh umat manusia yang pernah hidup dari zaman Adam hingga saat itu. Masing – masing orang akan diadili, berdasarkan perbuatannya. (Wahyu 20 : 11 – 15) Dalam kitab Wahyu dituliskan bahwa akan dibuka berbagai macam kitab. Jadi tiap orang akan diadili berdasarkan kitab suci yang dipercayainya. Setiap orang yang terbukti bersalah akan dihukum ke dalam neraka selama – lamanya.

Bila kita membaca nubuatan di atas, tampaknya masa depan adalah sesuatu yang mengerikan. Adakah pengharapan bahwa kita akan melewatinya dengan baik? Ternyata ada..... hal ini dijanjikan sendiri oleh YESUS pada para pengikutNYA.

Hal yang paling menakutkan adalah menghadapi masa 7 tahun murka ALLAH tersebut (masa sebelum Kerajaan 1000 tahun damai). Adapun YESUS justru menjanjikan bahwa siapapun yang percaya dan setia padaNYA, akan dilindungi pada masa 7 tahun malapetaka itu. YESUS akan menjemput mereka (disebut ”rapture”), dan melindungi mereka, seperti perlindungan yang dialami Nuh dalam bahteranya ketika seluruh bumi dimusnahkan. (Matius 24 : 39 – 44). Syaratnya, tentu saja harus mempercayakan hidupnya pada YESUS. Saat itu orang yang dijemputNYA akan tiba – tiba menghilang dari seluruh bumi.

Umat manusia yang tidak mempercayakan hidupnya pada YESUS harus memperjuangkan sendiri kelangsungan hidupnya dalam menghadapi malapetaka tersebut. Mungkin bisa selamat, mungkin juga tidak... Bila mereka mati, maka mereka tidak akan mengalami masa 1000 tahun damai (Wahyu 20 : 5) dan nantinya baru akan dibangkitkan dan diadili pada pengadilan akhir setelah masa 1000 tahun itu (Wahyu 20 : 12). Saat itulah mereka akan mendapatkan keputusan mengenai masa depannya. Surgakah atau neraka abadi....

Dalam film 2012 dikisahkan bahwa bumi masih ada setelah bencana besar tersebut. Hal ini memang benar, bukankah dalam Alkitab juga dinubuatkan bahwa setelah semua malapetaka itu bumi masih ada hingga 1000 tahun lagi?

Namun harus diingat bahwa apa yang digambarkan dalam film tersebut tidak semuanya sesuai dengan Alkitab. Maklumlah, 2012 bukan film gospel. Dalam film tersebut dikisahkan bahwa melalui usaha manusialah (dengan membuat bahtera) maka peradaban dan kelangsungan umat manusia dapat dilestarikan. Sudah jelas hal ini mustahil! Akan tetapi penggambaran mengenai penyelamatan dalam bahtera memberikan gambaran yang manis akan apa yang dilakukan YESUS pada orang – orang yang percaya padaNYA. IA sendirilah yang akan menjemput orang – orang yang mempercayakan hidupnya itu sebelum malapetaka semakin menghebat. IA lah yang akan membuat ”bahtera” bagi orang – orang yang dikasihiNYA. Yang mau mempercayakan hidupnya pada YESUS langsung mendapat tiket ”bahtera” itu. Gratis! Tidak perlu membayar 1 juta Euro per kursi! Hanya saja, orang yang mau percaya pada YESUS harus selalu hidup berjaga – jaga, karena kita tidak tahu kapan YESUS akan datang untuk menjemput kita. Toh kita tidak tahu kapan tepatnya malapetaka itu tiba.

Janganlah kita khawatir bila mendengar bahwa akhir zaman sudah dekat dan jangan terjebak pada tanggal tertentu. YESUS berpesan agar kita jangan takut (Matius 24 : 6). Bersuka citalah, karena kita sudah mendapat jaminan untuk melewati masa mengerikan itu dengan baik. Dan ingatlah pada orang – orang lain yang ketakutan, yang belum memiliki jaminan akan dilindungi dari malapetaka itu. Doakan lah mereka, bila memungkinkan, beritahukanlah mengenai jaminan yang kita miliki ini. ”Sang Pemilik Bahtera” sangat menginginkan sebanyak mungkin orang dapat diselamatkan. Jangan sampai ruang dalam bahtera yang dapat menampung 10 orang hanya berisi 1 orang, hanya karena kita egois, hanya memikirkan keselamatan diri sendiri.

Jumat, 05 Desember 2008

Aliansi Rusia - Iran Dalam Alkitab

Nubuatan adalah salah satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam Alkitab. Memang tidak semua orang yang mengakui Alkitab sebagai kitab suci mempercayai bahwa setiap ayat yang berupa nubuatan akan terpenuhi secara tepat. Bahkan ada beberapa orang yang menganggap bahwa nubuatan dalam Alkitab hanya kiasan saja. Terutama mengenai akhir zaman dan Bangsa Israel. Pandangan ini biasanya merupakan pandangan dari orang - orang Kristen yang merasa bahwa kedudukan Bangsa Israel sudah digantikan oleh mereka.
Memang benar bahwa kadang kala nubuatan sukar dipahami atau lebih tepat lagi terlihat mustahil terjadi. Namun bila kita mau memperhatikan apa yang terjadi akhir - akhir ini di dunia , kita akan melihat bahwa apa yang tertulis dalam Alkitab akan menjadi kenyataan, bahkan hampir secara harfiah.
Salah satu nubuatan dalam Alkitab adalah nubuatan dari Nabi Yehezkiel. Bila kita membaca kitab Yehezkiel pada pasal 38 - 39, kita akan membaca mengenai "perang Gog - Magog". Dalam perang ini disebutkan sekelompok besar bangsa - bangsa akan menyerang Israel. Namun, Israel akan ditolong TUHAN sendiri.
Siapakah Gog Magog? Banyak ahli yang mengatakan bahwa keturunan Magog (salah satu cucu Nuh dari Yafet) adalah bangsa Rusia. Gog adalah Raja (pemimpin) dari negeri Magog, Mesekh dan Tubal. Meshekh adalah Muscovy (kawasan Russia selatan), sedangkan Tubal menjadi Tobolsky (Rusia utara). Ketika saya pertama kali mendengar nubutan ini (sekitar tahun 1980 akhir / awal 1990 an), saya merasa aneh, karena saat itu Rusia (Uni Soviet) sedang ambruk. Sang beruang merah (Rusia) sedang luka parah. Akan tetapi bila kita melihat akhir - akhir ini, kita tahu bahwa Rusia sedang bangkit. Sementara di sisi lain, USA sebagai "pelindung" Israel selama ini, justru sedang ambruk ekonominya. Bukan tidak mungkin posisi sebagai polisi dunia USA akan diambil alih oleh Rusia. Sehingga otomatis Bangsa Israel akan kehilangan "pelindung duniawinya".
Dalam Yehezkiel juga disebutkan bahwa Rusia akan memiliki aliansi sejumlah besar bangsa yaitu : Persia, Ethiopia, Put dan Gomer & Bet Togarma. Persia, kita semua tahu bahwa negeri Persia adalah wilayah yang sekarang disebut sebagai Iran. Sedangkan Ethiopia adalah bangsa - bangsa dari Sudan hingga Somalia. Put adalah negara - negara Maghribi, seperti Libya, Aljazair, dll. Sedangkan Gomer dan Bet Togarma adalah negara - negara di Pegunungan Kaukasus, seperti Georgia dan Armenia. Hingga saat ini, Bangsa Armenia menyebut dirinya sebagai anggota "House of Togarmah", sedangkan Bangsa Georgia merupakan keturunan dari cucu Yafet yang bernama Kartlos.
Nah, beberapa tahun yang lalu kita pasti tidak menyangka hal ini akan terjadi. Namun bila kita melihat perkembangan, khususnya Iran dalam 2 tahun terakhir, kita akan melihat bahwa hal ini tidak mustahil. Kita semua tahu bahwa saat ini Iran punya Presiden yang sangat membenci Israel, yaitu Mahmoud Ahmadinejad. Kita juga melihat perselisihan Ahmadinejad dengan USA dan Uni Eropa mengenai pengembangan nuklir. Hal ini membuat hubungan antara Iran dan Rusia bertambah erat. Dimana Rusia juga berkeinginan mengembalikan kedudukannya yang sejajar dengan USA. Selama ini Rusia juga selalu berpihak pada negara - negara Arab dalam masalah Palestina.
Hal terakhir yang menguatkan hal ini adalah kejadian di bulan Agustus lalu di Pegunungan Kaukasus. Dimana Rusia menginvasi Georgia. Sebenarnya apakah yang dicari Rusia saat itu? Benarkah Rusia adalah pembela etnis - etnis tertindas, seperti Bangsa Ossetia dan Abkhazia? Saya rasa tidak. Karena bila Rusia konsisten, maka Rusia tidak akan menerapkan standar ganda, dimana di satu sisi Rusia membela Ossetia dan Abkhazia, tapi di sisi lain justru menindas Bangsa Chechnya. Yang dibela oleh Rusia adalah kepentingan strategisnya sendiri, yaitu penguasaan atas wilayah Kaukasus yang dilewati pipa minyak ekspornya. Terkait dengan nubuatan Alkitab, hal ini juga benar, mengingat daerah Kaukasus (tempat tinggal keturunan Gomer dan Bet Togarma) harus tetap berada dibawah pengaruh Rusia. Dari segi geografis, wilayah Kaukasus juga harus tetap dibawah pengaruh Rusia, karena merupakan perlintasan yang wajib dilalui oleh Pasukan Gog Magog untuk mencapai Israel dan menggabungkan pasukannya dengan Pasukan Iran.
Hal yang juga memungkinkan hal ini terjadi adalah masalah pada perekonomian USA dan buruknya citra USA di mata dunia. Presiden terpilih USA, yaitu Barrack Obama kemungkinan akan lebih berkonsentrasi pada masalah dalam negerinya daripada membela Israel. Atau bahkan kemungkinan yang dapat terjadi adalah : Ahmadinejad memprovokasi Israel, sehingga Israel terpaksa melakukan aksi militer pada instalasi nuklir / militer Iran. Hal ini akan memicu kemarahan dunia. Wajar, karena negara yang benci Israel juga banyak. Dengan demikian, USA juga tidak akan dapat berbuat banyak untuk membela Israel. Sementara Iran memperoleh legitimasi untuk menyerang Israel. Dan Rusia yang ingin menampilkan citra "polisi dunia yang adil" akan membantu dalam "menghukum" Israel. Skenario yang mirip kan sudah ada..... Masih ingat kasus Georgia, bukan? dimana Georgia menghukum provinsinya yang membangkang yaitu Ossetia selatan dengan kekuatan militer. Selanjutnya yang terjadi adalah Rusia turun tangan membela bahkan memerdekakan Ossetia selatan dari Georgia.
Bukan hal yang aneh, bila seluruh dunia akan mengutuk Israel dan mendukung aksi hukuman terhadap Israel ini. Bahkan kemungkinan aliansi Rusia - Iran ini akan dipuji - puji, apalagi di negeri kita Indonesia. Tapi, sebagai orang yang sudah mengetahui nubuatan Alkitab, kita akan melihat akhir dari kisah ini. Dan mendapatkan bukti mengenai apa yang tertulis dalam Alkitab.